Sebuah perjalanan mendalam menelusuri bagaimana sehelai kain ikat bukan sekadar komoditas etnik, melainkan ensiklopedia botani, catatan genealogis, dan ruang perlawanan kultural perempuan Nusa Tenggara Timur.
Mengapa wacana pembangunan nasional sering kali mereduksi NTT dan kawasan timur hanya sebatas angka ketertinggalan statistik, dan bagaimana kita merebut kembali agensi naratif dari dalam.
Lebih dari 40 desa adat bersepakat mendaftarkan hak cipta komunal atas 12 motif pusaka dan resep indigo serta mengkudu asli.
Zona perikanan berkelanjutan disesuaikan dengan kalender musim angin barat dan pola migrasi cetacea.
Hasil panen serentak 140 hektar ladang lahan kering mencukupi cadangan pangan warga hingga musim kemarau berikutnya.
Arsitektur atap menara tinggi tetap dipertahankan dengan material alang-alang asli dan kayu ulin lokal.
Mengangkut ribuan buku cerita anak bergambar berbahasa ibu dan buku sains populer untuk siswa pesisir.
Tanpa konsumsi bahan bakar maupun listrik, gravitasi air sungai dinaikkan sejauh 450 meter tegak.
Lumbung desa terisi penuh, mengantisipasi musim kemarau panjang tanpa tergantung pasokan beras luar.
Menelusuri warisan penerbitan Percetakan Arnoldus, jejak perenungan Sukarno di bawah pohon sukun, hingga komunitas literasi independen yang kini bertunas di Flores.
“Dari kota kecil berjarak ribuan mil dari Batavia, ribuan judul buku filsafat, ensiklopedia etnolinguistik, dan terjemahan sastra dunia dicetak dan disebarkan ke seantero kepulauan.”
Wadah kurasi sastra kepulauan, siniar perbincangan mendalam, dan galeri audiovisual independen dari Nusa Tenggara Timur.
Oleh Yosefina Bria (Atambua, Belu)
Kami menanak malam dengan kayu santan kering
menunggu perahu bapa menembus ombak yang memutih di selat sunyi.
Di beranda, ibu mengurai benang merah mengkudu...
Percakapan intim tentang bagaimana kearifan maritim Lamalera dan Solor beradaptasi dengan sains konservasi laut modern.
Dokumenter observasional mengenai ketekunan tiga generasi perempuan penenun Flores menjaga tradisi warna alam di tengah himpitan benang sintetis.
Berdiri sejak 1974
Menerbitkan buku filsafat, antropologi, kamus bahasa lokal, dan studi kebudayaan kepulauan dengan mutu tipografi tinggi.
Berdiri sejak 2018
Inisiatif independen memfasilitasi penerbitan buku sajak, fiksi spekulatif, dan zine riset sosial penulis muda Timur.
Berdiri sejak 2019
Kolektif sutradara dan sinematografer memproduksi film dokumenter festival dan arsip visual masyarakat adat.
Ketik kata kunci untuk mulai mencari arsip dan berita...
Belum ada artikel yang disimpan ke markah buku.