Tanpa listrik dan bahan bakar minyak, warga di lereng Gunung Mutis merakit pompa hidrolik ram dari pipa besi daur ulang untuk mengangkat debit mata air lembah setinggi 120 meter menuju bak penampung pemukiman.
Inovasi teknologi tepat guna berbasis kedaulatan warga ini berhasil mengakhiri perjuangan mama-mama yang sebelumnya harus berjalan kaki menuruni jurang terjal sejauh 3 kilometer setiap hari demi menjinjing jeriken air bersih.
Theresia Weni
Menulis tentang sosiologi pedesaan, kebudayaan lisan, dan dinamika sosial masyarakat Nusa Tenggara Timur.